Sebuah lembaga Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah pangan, FAO (Food and Agriculture Organisation) telah menerbitkan sebuah hasil survey secara lengkap tentang pengaruh perubahan iklim dibidang perikanan dan akuakultur.
Terdapat sekitar 500 tulisan ilmiah yang berasal dari kontribusi para ahli diseluruh dunia, mereka meninjau permasalahan dibidang perikanan dan budidaya perikanan yang ditimbulkan akibat perubahan iklim global.Dr Tim Daw dan Prof Katrina Brown dari School of International Development, dalam studinya menemukan bahwa bidang perikanan yang berkembang pesat dikarenakan eksploitasi berlebihan dan globalisasi, serta menjelaskan bahwa negara-negara termiskin dunia akan paling tidak mampu beradaptasi dengan dampak tersebut. Sebagai contoh di Kenya, nelayan miskin akan sulit untuk beralih ke mata pencaharian lain jika hasil tangkapan ikan mereka menurun.
Secara umum, sebuah penelitian menjelaskankan bahwa sekitar 520 juta orang bergantung pada perikanan serta perikanan sebagai sumber protein dan pendapatan. Studi tersebut juga menambahkan bahwa perikanan darat juga terancam dan 90 percent lokasi perikanan darat berada di benua Afrika dan Asia.
Studi tersebut menjelaskan bahwa kegiatan budidaya ikan akan terpengaruh juga karena hampir 65 persen budidaya ikan terletak di Asia, di daerah tropis dan subtropics yang secara umum daerahnya dekat dengan sungai. Hal ini akan terpengaruh oleh dampak kenaikan salinitas permukaan laut, selama puluhan tahun, sehingga mempengaruhi pembudidayaan ikan.
Sumber : http://www.bairdmaritime.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5430&Itemid=155














